Putera Ali

Razzi Rahman.com

“Putera engkau akan sesak nafasnya, hancur otaknya sebelum dia sempat mencium bau dunia Salji Biru ini…” laung perempuan tua yang berdiri jauh di atas batu besar di dalam gua yang lembap dan basah itu.

Hijau pekat wajah berkedutnya, menajam renung mata merahnya. Mengurai panjang rambutnya, hilai ketawanya, mendirikan roma, “Eewhihihi…Bayu, kau juga akan kuhancurkan!”

“…tolong jangan apa-apakan dia. Bunuhlah aku tapi, lepaskan putera ku..tolonglah..” pinta Raja Bayu, dia masih terikat ketat di tiang tengah di dalam gua yang sangat luas itu.

“Eewihihihii…dia sudah datang…Mmwahaahaha…bersedialah. Inilah balasan kerana penghinaan kau pada ku dulu!…aku benci kaum mu!!…dia datang hihihii…”

“Huh??!…huh?…tolong..tolong…”

Dari jauh, bunyi getaran dan batu-batan yang bergelimpangan jatuh membayangkan sesuatu yang amat besar sedang menghala ke arah situ. Bergetaran tubuh lelaki yang baru sahaja ditabal menjadi Raja itu, berdegup kencang jantungnya menanti dengan penuh ketakutan sekali…

Semakin dekat bunyi mengersek deras menghampiri ruang tengah gua itu. Semakin ngeri di hati nya yang semakin mengigil ngeri dengan hukuman yang bakal diterimanya. Tiba-tiba…”Arghhh TOLONG!! TOLONG!!”

Membingit jeritan Raja Bayu apabila dia melihat muncul seekor ular gergasi yang sangat panjang dan besar memenuhi seluruh ruang gua itu. Matanya membulat terbeliak, badannya terketar-ketar ngeri, jantungnya berdetak makin laju… “HAAA…MATILAH AKU KALI INI..MATILAH AKU!!!”

“Eeihihihi…ajal mu sudah sampai Bayu!! BUNUH DIA!”

Raja Bayu meronta-ronta sekuat hatinya, mencuba untuk melepaskan diri, namun ikatan itu semakin ketat mengikatnya. Ular gergasi itu semakin menghampirinya…dia semakin meronta-ronta dan menjerit gerun. Matanya memejam ngeri, …ular itu semakin hampir, liur dari mulutnya menitis-nitis di kepala Raja Bayu. Kepala ular itu sudah betul-betul berada di atasnya…mulutnya sudah mulai membuka luas…taringnya terkeluar…tubuh Raja Bayu mengeletar menerima saat terakhirnya…sepintas lalu, dia terbayang wajah permaisurinya, dan puteranya yang baru dilahirkan… 

Dia mendongak, memberanikan diri dan membuka matanya, mahu melihat makhluk yang bakal membunuhnya…sepantas kilat ular itu meninggikan kepalanya, menjunam ganas dengan mulut yang terbuka luas, menerkam Raja Bayu,

“AARRGGHHHH!!!!….”

==============================

Jom bikin e-cerpen : sambung di sini...

New Logo

Share This Post

Share this article

Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *